Soelaeman Soemawinata (Direktur Alam Sutera)

“Membangun dengan Empati”

Upaya pemerintah menyusun Undang Undang Perkotaan patut didukung. Walaupun kemudian keterlibatan para pemangku kepentingan dalam proses penyusunannya masih belum intensif. Untuk itu, wawancara dengan pengembang setidaknya dapat memberi gambaran seperti apa kontribusi dan kebutuhan para pengembang dalam pembangunan perkotaan.

Prinsipnya pengembang besar  dapat berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur utama. Ini yang berbeda dengan pengembang kecil. Walaupun bentuk kontribusinya beragam. Ada yang bangun jalan tolnya. Ada yang hanya bangun jalan aksesnya atau jalan besarnya.

Akses tol dibuka atas perencanaan dari pemda. Pemda memiliki RTRW yang menggunakan grid system . Ada ‘tulangan infrastruktur’ (akses masuk ke Tangerang) yang ditawarkan ke pengembang. Dari situ pemda mengajukan permohonan ke Menteri untuk mendapatkan ijin membuka akses ke
tol. Selanjutnya pemda mengundang pengembang untuk berpartisipasi. Ini bukan kewajiban. Ini adalah sinergi tiga pihak,
yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pengembang.

Inilah salah satu contoh yang kemudian menjadikan pengembang besar dapat dikatakan berpartisipasi terhadap pembangunan daerah secara langsung. Tidak hanya berupa pembangunan infrastruktur tetapi bahkan pembangunan kawasan.